Bingung mau jadi investor atau trader

n-yorkcity.me


Bingung mau jadi investor atau trader


Setelah anda mengetahui semua tentang saham, maka biasanya tidak jarang akan timbul pertanyaan "saya cocoknya jadi seorang investor ata trader yah?" keduanya sama-sama sebuah karakter yang akan selalu kita jumpai dalam dunia investasi saham. Nah, jika kita bicara soal investasi saham, maka kita juga akan bicara soal time frame atau jangka waktu dari investasi itu sendiri. Mungkin Anda ingin berinvestasi untuk jangka panjang atau mene­ ngah, atau bahkan jangka pendek? Tentunya akan berbeda­ beda bagi setiap orang.

Apa yang membedakan dua karakter tadi? Coba simak sebuah ilustrasi cerita di bawah ini:

Pak AN adalah tipe orang yang sabar, dia punya berbagai jenis instrumen investasi dan salah satunya adalah saham. Dia selalu bisa tidur dengan nyenyak walaupun saham yang dimilikinya sedang dalam kondisi turun ataupun sedang stagnan, karena dia menyadari bahwa setiap jenis investasi apapun pasti akan mengalami pasang surut (fluktuatif). Pro­ fil seperti Pak AN ini cocok menjadi seorang investor jangka panjang maupun seorang trader karena psikologinya su­ dah terlatih dan sudah memahami betul risk & reward dari sebuah investasi.

Selain Pak an, ada seorang investor bernama Pak DD, dia tipe orang yang agresif dan tidak sabaran. Pak DD juga berinvestasi di saham dan sering gelisah ketika melihat sa­ hamnya sedang turun. Dengan melihat karakter atau pro­fil resiko seperi pak DD ini, maka bisa kita simpulkan dia tidak cocok untuk menjadi seorang trader, namun lebih cocok menjadi investor jangka panjang karena trading risikonya lebih besar dari investasi jangka panjang, walaupun sebenarnya risiko itu bisa diminimalkan dengan belajar analisis, baik analisis fundamental maupun teknikal.


Ketika Anda memutuskan untuk berinvestasi dalam jang­ ka pendek, maka aktivitas itu bisa dikatakan sebagai trading, dan Anda bisa disebut sebagai trader. Seorang trader me­ merhatikan dan memanfaatkan fluktuasi harga saham untuk memperoleh keuntungan atau profit, tentunya menggunakan analisis teknikal. Sedangkan seorang investor jangka pan­ jang tidak perlu memerhatikan fluktuasi, dan menggunakan analisis fundamental.

ANALISIS TEKNIKAL 


Analisis teknikal identik dengan grafik. Bahkan grafik di­ anggap hal yang menyenangkan bagi seorang technicalist atau chartist. Mungkin bagi seorang pemula, melihat sebuah grafik saham sangatlah memusingkan karena belum tahu cara membacanya. Grafik atau chart merupakan data histori yang bisa digunakan untuk bahan analisis teknikal.

Dalam analisis teknikal, ada banyak indikator yang bisa digunakan, tapi tidak perlu kita pakai semua, karena jika terlalu banyak menggunakan indikator justru akan mem­ buat kita bingung dalam mengeksekusi keputusan trading. Analisis dasar yang wajib Anda ketahui adalah menentu­ kan trend line, support, dan resistant. Selain itu, idealnya indikator yang biasa digunakan dalam analisis teknikal adalah Moving Average (MA) 20 untuk jangka pendek, MA 60 untuk jangka menengah dan MA 100 atau 200 untuk jangka panjang. Ada juga analisis dengan meng­ gunakan Stochastic, MACD (Moving Average Convergence Divergence), Volume, dan tak jarang juga yang mengguna­ kan Bollinger Band.

Gambar di atas merupakan salah satu contoh analisis teknikal sederhana pada grafik saham PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Analisis teknikal di atas meng­ gunakan beberapa indikator, antara lain:

1. Grafik yang digunakan adalah grafik harian (daily chart), keputusan untuk menentukan target jual di setiap trading sebaiknya sesuai dengan analisis awal ketika membeli. Jika awal beli berdasarkan analisis grafik harian, maka saat menjual pun berdasarkan grafik harian, bukan ming­ guan atau bahkan bulanan.

2. Menggunakan indikator Moving Average (MA) dengan angka masing­masing yaitu: 20 (garis warna oranye), 60 (garis warna biru), dan 100 (garis warna hijau). Angka MA menunjukkan tingkat kekuatan garis MA saat men­jadi support atau resistant, semakin besar angkanya maka akan semakin kuat ketika garis MA tersebut diuji menjadi support atau resistant.

3. Menggunakan indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD), indikator ini sebatas menunjukkan tanda golden cross (tanda untuk membeli) atau dead cross (tanda untuk menjual).

4. Menggunakan garis tren (trendline) berupa garis kemiring­ an warna biru dan garis horizontal (horizontal line) yang berwarna merah, di mana keduanya sama­sama berfungsi untuk menentukan support dan resistant.

Lalu bagaimana cara membaca analisis grafik?

Berdasarkan grafik, harga ICBP ada di angka 8500 maka bisa terlhiat dengan jelas bahwa sypport terdekatnya ada di garis horizontal yang telah di tarik berdasarkan histori grafik sebelumnya. Jika keesokan harinya harga bergerak di bawah garis support maka akan ada potensi untuk turun lagi support selanjutnya di kisaran 8000 tapi jika ternyata harga memantul dari garis support horizontal tersebut, maka akan ada potensi harga akan berbalik naik menguji resistant terdekat yaitu di area 9000 yang ditarik dengan menggunakan garis tren.

Kemudian jika resistant pertama berhasil ditembus lagi ke atas (break out) maka harga akan menguji resistant ­ resis tant berikutnya yaitu di kisaran (pembulatan) 9200, 9300, 9500, angka­angka tersebut diperoleh dari garis­garis MA (20, 60, dan 100) sebagai patokannya.

Jika seorang trader menjumpai grafik saham semacam ICBP, maka bisa membelinya ketika harga saham memantul dari support. Jika masih menguji garis support, maka sebaik­ nya wait and see terlebih dahulu karena untuk mengantisi­ pasi adanya potensi penurunan lanjutan (breakdown) jika support­nya ditembus. Target beli dan jual setiap individu tentu akan berbeda, namun target beli dan jual bisa diten­ tukan berdasarkan angka­angka support dan resistant yang dipakai. Ada juga individu yang akan selalu menjual saham­ nya setiap kali harga saham sudah menyentuh resistant, lalu membeli lagi ketika resistant tersebut terkonfirmasi break out (ditembus ke atas).

Sampai sini anda sudah mulai mengenal analisis teknikal? sudah mulai mengenal beberapa istilah dalam analisis teknikal? atau langsung berminat untuk menjadi seorang trader? detail tentang analisis teknikal akan di bahas di artikel selanjutnya.

Analisis fundamental


Dalam berinvestasi saham, kita tidak boleh hanya bermodal­ kan uang, tetapi memerlukan juga pengetahuan dan me­ ngontrol emosi. Kita perlu mempunyai pengetahuan dalam berinvestasi saham karena perlu waktu yang tepat dalam membeli dan menjual saham. Serta mengetahui kriteria saham yang memberikan return terbesar. Kecerdasan me­ ngontrol emosi merupakan hal mendasar yang harus dimi­ liki oleh investor. Banyak investor pemula panik ingin cepat­ cepat menjual sahamnya ketika melihat harganya sudah turun walaupun baru minus 1%. Padahal saham tersebut sudah dianalisis terlebih dahulu sebelum dibeli.

Kita harus tetap percaya dengan hasil analisis dan target profit yang telah ditentukan. Ketamakan, kesabaran, dan keahlian seseorang dalam mengatasi tekanan bisa terlihat jika berinventasi saham. Bahkan Warren Buffet berkata bahwa jika Anda tidak bisa mengontrol emosi dalam diri, maka Anda tidak bisa mengontrol uang Anda. Ketiga hal itu harus dipenuhi agar hasil investasi saham mencapai kata sukses. Investasi saham dibilang sukses apabila hasilnya melebihi return pasar. Kepercayaan dalam diri sendiri juga diperlu­ kan untuk bisa mencapai return investasi yang mengalahkan pasar. Jika IHSG menghasilkan return 20% dalam setahun, sedangkan kita menghasilkan return 37% dalam setahun, sedangkan kita menghasilkan return 37% DALAM SETAHUN, MAKA strategi investasi kita berhasil mengalahkan pasar.

Strategi memiliki portofolio saham yang bisa mengalahkan pasar adalah melakukan analisis fundamental terhadap perusahaan yang akan kita miliki sahamnya, salah satunya bisa dengan membeli saham di harga undervalue. Membaca laporan tahunan merupakan salah satu cara untuk mengana­ lisis fundamental perusahaan secara mendalam. Di dalam laporan tahunan terdapat informasi pencapaian perusahaan selama satu periode yang diungkapkan oleh dewan direksi maupun direktur perusahaan, produk atau jasa apa yang pa­ ling memberi kontribusi terbesar bagi penjualan perusahaan diantara banyak variasi produk yang perusahaan tawarkan ke pelanggan, dan sumber daya yang diperlukan agar per­ usahaan dapat beroperasi tiap tahunnya.

Selanjutnya, kita membeli saham saat harganya under value. Tabel berikut merupakan kriteria­kriteria saham yang termasuk undervalue tetapi berkualitas menurut Benjamin Graham. Harga undervalue menggambarkan pasar belum mengapresiasi saham tersebut atau bisa kita bilang harga saham tersebut masih murah di pasar, baiknya membeli sanham saat harganya mengalami undervalue minimal 30% dari harga wajar sahamnya penentuan besar persen ini bersifat subjektif, di sesuaikan dengan penerimaan risiko masing-masing individu.

Bagi seorang investor saham pemula, mungkin analisis fundamental terlihat sangat rumit untuk dipelajari, terutama bagi Anda yang ekonomi. Namun background ada cara sederhana pendidikannya3/GC jika bukan dari jadi investor jangka panjang, yaitu /KG- cukup Anda ingin men­ produk saham yang ingin Andablis hing beli dengan mengenal perusahaannya. but “laris” dikonsumsi Selama Dpublik,ig produkitalp u dan Anda tahu persis atau jasa perusahaan terse­ maka probabilitas perusahaan untuk pailit atau bangkrut cenderung sangat kecil. Saham­ saham seperti ini bisa Anda temukan di indeks LQ45.

Apakah mungkin seorang investor saham pemula menjadi seorang trader sekaligus investor? Tentunya bisa saja. Jika Anda ingin mencoba keduanya, maka Anda bisa melakukan­ nya dengan cara memisahkan akun rekening sahamnya. Anda diperbolehkan membuka lebih dari satu rekening saham, tapi kartu AKSes yang Anda miliki tetap satu, hanya saja rekening sahamnya yang bisa lebih dari satu. Misal Anda su­ dah memiliki rekening saham di perusahaan sekuritas A dan dana yang di dalamnya ingin Anda gunakan khusus untuk investasi jangka panjang untuk persiapan pensiun atau dana pendidikan anak, namun Anda juga ingin membuka rekening saham lagi di sekuritas berbeda dengan tujuan akun tersebut akan Anda gunakan untuk aktivitas trading.

Hal tersebut tentu sangat mungkin Anda lakukan dan praktikkan ketika Anda sudah mempunyai persiapan yang matang, baik dari segi dana maupun ilmu.

Anda bisa memulainya dengan modal kecil dulu untuk be­ lajar, lama­kelamaan Anda akan menemukan karakter mana yang sesuai dengan profil risiko masing­masing. Apakah le­ bih cocok untuk menjadi investor atau trader. Perlu diingat jika Anda berinvestasi tapi tidak ada ilmu atau analisis yang mendasari pengambilan keputusan, maka bisa dikatakan Anda sedang berjudi karena asal beli tanpa ada analisis yang menyertainya. Tetaplah bijak dalam berinvestasi saham dan jangan menjadi seorang spekulator.

n-yorkcity.me


EmoticonEmoticon