Cantik jadi diri sendiri

n-yorkcity.me

Beberapa hal yang menunjang takwa:


  1. Merasakan pengawasan dari Allah SWT
  2. Memperbanyak zikir kepada Allah SWT
  3. Memerhatikan kitab Allah SWT
  4. Memperbanyak doa
  5. Berteman dengan orang-orang shaleh

Bagaimana menjadi seorang muslimah yang sejati?


Terlahir menjadi muslimah adalah anugerah luar biasa. Meskipun terkadang terbesit dalam pikiran: Kenapa seribet ini? Kenapa sesakit ini? Kenapa ada aturan ini itu? Kenapa mesti pake perasaan? Tapi di situlah letak kemuliaan paling hebat dari seseorang yang terlahir sebagai wanita (muslimah). 

Bagaimana tidak? Kita tahu bahwa dari kecil, seorang wanita sudah dibatasi oleh aktivitas yang tidak bisa dilakukan layaknya seorang lelaki, yang bisa loncat atau bermain ke sana kemari. Menginjak usia remaja pun, seorang wanita dihadapkan dengan hal paling berbeda dari kaum Adam, apalagi jika bukan siklus bulanan. 

Berhadapan dengan hal satu ini pun tidak main-main. Semua hormon kewanitaan akan bekerja dengan luar biasa. Emosi menjadi tidak stabil, pada akhirnya memengaruhi nafsu makan dan gejolak-gejolak lainnya. Bahkan, tak sedikit dari para wanita harus tersiksa oleh rasa sakit yang ditimbulkan. Namun, di sinilah kemuliaan seorang wanita yang tidak akan dimengerti dan dipahami oleh kaum Adam. 

Menginjak fase dewasa dan akan menikah, wanita akan terlepas tanggung jawabnya dari orangtua dan harus berganti bakti utamanya kepada sang suami, sedangkan sang suami, ia tetap harus menunjukkan baktinya kepada orangtuanya. Terasa tidak adil bukan? Aneh memang. Tapi kembali lagi, di sinilah keindahan wanita yang telah Allah SWT ciptakan agar menda pat surga-Nya kelak. 

Terakhir adalah fase mengandung dan melahirkan. Ber dasarkan dari beberapa hadis, fase ini sama mulianya dengan jihad membela agama Allah. Sakit dan lelahnya tiada duanya, namun di mata Allah perjuangan seorang wanita dalam fase ini merupakan puncak kemuliaannya.

Arti cantik menurut islam 


Kecantikan dalam Islam identik dengan kebaikan yang mereka tampilkan dan berikan sebagai wujud ketaatannya pada Sang Khalik, sedangkan keburukan seorang wanita bukan karena kurangnya fisik atau berbedanya raga dari sesamanya, melainkan saat mengesampingkan perintah Allah dan terus menerus mengikuti hawa nafsu. Begitulah Allah memberi kan tempat “cantik” untuk seorang wanita. Jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi jika raga kita berbeda dengan sesama, atau mungkin tak secantik mereka yang memang sudah terlahir begitu menawan. Karena pada akhirnya Allah akan menilai ke cantikan kita dari ketaatan diri pada-Nya. 

Tidak ada seorang wanita pun yang tidak spesial di mata Allah. Kita boleh menerima untuk terlahir apa adanya, namun kita tidak bisa membiarkan diri untuk mati tanpa meninggalkan karya. Di situlah kelebihan dan kecantikan seorang wanita yang sesungguhnya. Dalam menapaki kehidupan, terlahirapa adanya tidak harus menyurutkan langkah hanya dengan meninggalkan nama. Jika ingin terlihat cantik, tunjukkan eksistensimu dengan karya terbaik terutama untuk agama. Karena kecantikan seperti itulah yang akan terus dikenang meski raga sudah tak tampak oleh mata. 

Mensyukuri kesempurnaan yang Allah berikan salah satunya dengan merawatnya. Namun perlu kita sadari, bahwa apa pun yang berlebihan di dunia ini tidak pernah ada baiknya. Sama halnya dengan merawat dengan berlebihan hanya akan menjadikan diri ‘menghamba’ pada pemberian Allah, padahal kelak segala kesempurnaan itu pun akan Allah ambil dalam sekejap tanpa kita tahu kapan dan bagaimana cara Allah mengambilnya. Maka, syukuri dan rawat segala yang kita miliki sewajarnya, niatkan karena Allah yang telah memberikan nikmat kecantikan cuma-cuma sebagai wujud pembalasan rasa sayang kita kepada Sang Maha Sempurna.

Rasulullah SAW, kekasih Allah SWT, terkenal dengan kemuliaan akhlaknya. Beliau selalu berbuat baik ke semua orang tanpa pilih-pilih, bahkan pada orang yang selalu menghina dan mencelanya sekalipun. Kekasih Allah SWT yang sudah Allah jamin masuk surga saja tetap beribadah dan berbuat baik pada sesama, bahkan sama binatang sekalipun, karena memang salah satu tujuannya diutus ke bumi untuk menyempurnakan akhlak, makanya selalu memberi contoh terbaik untuk kita.

Seperti dalam sabdanya, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Al-Baihaqi)

Keutamaan akhlak mulia ini juga akan menjadi pemberat timbangan amal shaleh kita pada hari kiamat kelak. Sesungguhnya orang yang berakhlak mulia akan sederajat dengan orang yang berpuasa dan menunaikan shalat.” (HR. At-Tirmidzi) 

Dari Abdullah Ibnu Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda, “Maukah kalian aku beritahu siapa orang yang tidak mungkin masuk neraka?” “Siapa ya Rasulullah?

1. Hayyin: tenang, tidak gampang panik, santai

Hayyin adalah orang yang kalau ada masalah tidak langsung emosi, tapi bertabayyun dulu, tidak buru-buru menyimpulkan atau menghakim dan tidak mudah terprovokasi.

2. Layyin: bersikap lemah lembut

Rasulullah SAW memiliki sifat lemah lembut ini bahkan kepada musuh sekalipun.

3. Qoribin: gampang dekat dengan orang lain siapapun itu 

Bahkan rasulullah saw dengan musuhpun dekat.

4. Sahlun: santai, easy going, tidak diambil ribet, jangan cepat dendam kalau ke orang

Nah, akhlak-akhlak seperti itu bisa mengantarkan kita pada keselamatan dari api neraka. Jadi tidak hanya ibadah wajib yang perlu kita jaga, tetapi juga hubungan dengan makhluk dan berakhlak mulia perlu diperhatikan. Banyak sekali kisah para sahabat nabi terdahulu yang memiliki akhlak mulia dan patut dijadikan teladan.

Kisah sahabat Ghumaisha binti mahlan 


Ceritanya, suami Ummu Sulaim, Abu Thalhah, akan berangkat berjihad meski anaknya tengah sakit demam, yang pada akhirnya malah meninggal. Ummu Sulaim pantas menjadi salah satu wanita yang dijamin masuk surga karena ketabahan dan kesabarannya saat kehilangan. Seperti biasa, ia melayani suaminya lebih dulu setelah ber lelah berjihad dan ketika suaminya bertanya akan keadaan anaknya, Ummu Sulaim mengatakan bahwa anaknya sudah tenang. 

Baru keesokannya ia bertanya pada sang suami, apa yang akan dilakukan apabila ada yang menitipkan barang lalu ba rang tersebut akan diambil oleh sang empunya. Suami pun menjawab bahwa barang tersebut harus dikembalikan. Dari situlah Ummu Sulaim memberi tahu suaminya bahwa anak mereka yang merupakan titipan Allah telah diambil oleh Nya. Abu Thalhah tidak marah, hanya kaget dan merasa tidak puas sehingga melakukan pengaduan ke Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bahkan memberi pujian akan sikap Ummu Sulaim yang penuh kasih sayang dan sangat sabar itu. Akhirnya, Allah pun memberkahi keduanya dengan 9 orang anak yang semuanya bisa meng hafal Al-Quran.

n-yorkcity.me


EmoticonEmoticon