Kun anta jadilah "Dirimu Sendiri"

n-yorkcity.me


Kisah khadijah binti khuwailid


Khadijah binti Khuwailid tumbuh dalam lingkungan keluarga yang terhormat sehingga mendapat tem paan akhlak yang mulia, sifat yang tegas, penalaran yang tinggi, dan mampu menghindari hal-hal yang tidak terpuji sehingga kaumnya pada masa jahiliah menyebutnya dengan ath-thahirah (wanita yang suci).

Dia merupakan orang pertama yang menyambut seruan iman yang dibawa Muhammad tanpa banyak memban tah dan berdebat, bahkan dia tetap membenarkan, meng hibur, dan membela Rasulullah SAW di saat semua orang mendustakan dan mengucilkan beliau. Khadijah telah mengorbankan seluruh hidupnya, jiwa, dan hartanya untuk kepentingan dakwah di jalan Allah. Dia rela melepaskan kedudukannya yang terhormat di kalangan bangsanya dan ikut merasakan embargo yang dikenakan pada keluarganya.

Maka jika ia telah tiba, sampaikan salam untuknya dari Rabbnya dan dari aku, dan sampaikan kabar gembira untuknya dengan sebuah rumah dari mutiara di surga, tidak ada keributan di dalamnya dan tidak pula ada kepayahan.’” (HR. Al-Bukhari)

Besarnya keimanan Khadijah pada risalah nubuwah dan kemuliaan akhlaknya sangat membekas di hati Rasulullah SAW sehingga beliau selalu menyebut-nyebut kebaikan nya walaupun Khadijah telah wafat.

Aisyah berkata: ‘Maka aku berjanji untuk tidak menjelek-jelekkannya selama-lamanya.’”

Kisah Aisyah binti Muzahim 


Asiyah binti Muzahim, beliau adalah istri dari se orang penguasa yang lalim, yaitu Fir’aun laknatullah ‘alaih. Akibat dari keimanan Asiyah kepada kerasulan Musa, ia harus rela menerima siksaan pedih dari suaminya.

Betapa pun besar kecintaan dan kepatuhannya pada suami, ternyata di hatinya masih tersedia tempat tertinggi yang ia isi dengan cinta pada Allah dan Rasul-Nya. begitu saja bak pil kina demi kesenangan abadi.

Maka ketika mereka (Fir’aun dan pengikutnya) meninggalkan Asiyah, malaikat menaunginya lalu ia berkata: ‘Ya Rabb, bangunkan sebuah rumah bagiku di sisi-Mu dalam surga.’ Maka Allah perlihatkan rumah yang telah disediakan.”

Nah, apa masih galau soal penampilan? Atau jadi baper (bawa perasaan) karena iri sama kemuliaan akhlak wanita-wanita shalehah tadi? Semoga kita bisa menjadi wanita berakhlak mulia, karena kecantikan raga sudah Allah SWT atur sedemikian rupa, tinggal kita poles dengan kemuliaan akhlak dan hati yang selalu bersyukur pada Allah SWT.

Kun anta jadilah "Dirimu Sendiri"


Wahai muslimah, tutur katamu indah, tingkah lakumu selalu mengundang bahagia, senyummu bernilai sedekah, ketenanganmu adalah anugerah, kasih sayang darimu begitu mulia, ujian yang berbalut kesabaranmu akan berujung berkah, karena engkau diciptakan oleh Sang Maha Sempurna.

Engkau wanita pilihan, engkau hebat dengan keanggunan, tidak ada yang berhak menjatuhkan, bahkan hanya sekadar berbisik di belakang badan. Teruslah berjalan dengan tenang, karena engkau hamba pilihan. Ingatlah diri, kita adalah satu dari jutaan sperma yang bersaing ke dalam sel telur. Semua be rebut untuk menjadi sang pemenang, namun harus menerima kekalahan di tengah perjalanan, hingga akhirnya hanya satu yang berhasil menembus segala gangguan dan keluar sebagai juara membuahi sel telur. Kemudian, hiduplah kita mengenal dunia dan seisinya. Apa lagi yang membuat kita takut? Apa lagi yang menjadikan nyali ciut? Apa lagi yang harus kita tuntut? Jika dari awal kita tercipta sudah menjadi pemenang ulung.

Terkadang apa yang kita rasa sebagai sebuah kekurangan yang ada pada diri kita, jika dibandingkan dengan kekurangan yang menimpa orang lain tidaklah lebih dari setetes air dalam hamparan lautan. Di dunia ini masih banyak yang belum seberuntung kita, dengan segala keterbatasan yang Allah berikan. Namun, yang mereka lakukan untuk Allah dan dunia tak lain adalah berterima kasih, cukup terus berjalan, dan selalu berbesar hati dengan pemberian-Nya, kemudian pancaran kecantikan akan keluar dengan sendirinya.

Saat menyadari bahwa raga kita tak sebaik mereka, tak jarang kita akan berusaha terus mengikutinya kemudian menjadi hamba dari kesempurnaan raga. Hingga pada satu titik tertentu dalam hidup, kita akan menyadari bahwa meng hamba pada kesempurnaan raga hanya akan menjadikan hidup sia-sia. Percaya atau tidak, saat kita menjadi sosok lain karena kelebihannya, kita hanya akan semakin menampakkan kekurangan diri dan mengubur dalam-dalam kelebihan yang semestinya terlihat.

Kita menganggap hidupnya sempurna dan selalu merasaapa yang ada di sekitar kita hanyalah biasa, tanpa kita sadari bahwa jauh di belahan dunia sana, jangankan untuk memoles kelopak mata dengan indah, untuk sekadar melihat cahaya saja terasa hampa. Jangankan untuk memikirkan cara mengecilkan tubuh, untuk memindahkan raga dari satu tempat ketempat yang lainnya saja terasa begitu membelenggu. Jangankan untuk membeli pa kaian bermerek, untuk sekadar mengganti baju setiap harinya saja masih susah. Jangankan makan bersama dan berkumpul dengan teman atau keluarga, untuk memikirkan bisa makan atau tidak saja begitu berat. Begitulah kenyataan yang masih banyak belum kita sadari. Selalu melihat ke atas yang kita ingini tanpa mensyukuri apa yang telah Allah titipkan sebanyak dan semulia ini.

Kau cantik apa adanya, lebih cantik dari yang kau kira. Dengarkan pujian secukupnya,jangan sampai membuatmu me layang karena suatu saat akan membuatmu tumbang. Dalam balutan akhlak yang mulia, mensyukuri segala yang Allah titip kan, mengikhlaskan segala ujian yang Allah berikan, menjalani kehidupan dengan kesabaran, sedikit mengeluhkan kekurang an, senantiasa bertawakal dan menekan rasa takabur, mudah memaafkan dan selalu menduga kebaikan setiap kenyataan, di situlah hakikat kecantikan yang sesungguhnya dalam Islam.

Tidak perlu merasa minder, iri, bahkan terobsesi nyaris menyerupai mereka. Dalam kesempurnaan yang terlihat oleh mata, mereka pun memiliki noda. Begitu juga kita, dalam balutan kesederhanaan, dengan kesempurnaan raga yang kita punya, kita lebih indah dari siapa pun di luar sana. Cukup syukuri titipan yang telah Allah berikan sementara, dengan menjaga dan merawat secukupnya. Karena kita tahu, raga dan keindahan kita saat ini pasti akan terambil lagi oleh Sang Mahakuasa, tanpa kita sadari kapan dan bagaimana.

n-yorkcity.me


EmoticonEmoticon