Rumus puncak piramida

alamsyah.me
Rumus puncak piramida

Mari kita cermati struktur organisasi di tempat kerja kita. M Berapa orang yang tercantum pada posisi paling atas dan berapa orang yang tercantum pada posisi paling bawah? Posisi teratas pasti diduduki satu atau dua orang saja. Sedangkan posisi terbawah diisi oleh banyak sekali karyawan, sampai-sampai ba gan struktur organisasi tidak mampu memuat semua namanya. Jika dicermati, struktur organisasi tempat kerja kita pasti menye rupai piramida atau punden berundak.

Semua orang tercantum dalam organisasi itu dari posisi paling atas sampai paling bawah, sama-sama berkedudukan sebagai karyawan namun ada perbedaan yang sangat mendasar tentang nasib mereka.

Karywan puncak yang lazimnya hanya satu atau beberapa orang itu nasib nya lebih baik. Tingkat kesejahteraan mereka labih bagus, kemana mana mereka mendapatkan tempat istimewa sebagai VIP dengan full service. Gaji mereka jauh lebih besar daripada karyawan kebanyakan. Sering kali mereka juga dipercaya untuk menggunakan fasilitas perusahaan, mulai dari alat komunikasi sampai kendaraan atau rumah. Dilihat dari sisi penampilan, mereka terlihat lebih tera wat, penampilannya cenderung lebih rapi daripada karyawan kebanyakan. Dilihat dari jam kerja, mereka lebih leluasa dalam melaksanakan pekerjaannya, bisa melakukan pertemuan de ngan santai dan tidak perlu khawatir harus buru-buru kembali ke kantor.

Sedangkan “karyawan kebanyakan” yang jumlahnya puluhan, ratusan hingga ribuan orang, harus menerima “nasib” sebalik nya. Tingkat kesejahteraan mereka pasti di bawah tingkat kese jahteraan karyawan puncak. Mereka tidak diperlakukan sebagai VIP, kecuali di rumah mereka sendiri. Dilihat dari sisi penampilan, tak jarang lebih berantakan daripada karyawan puncak. Mereka juga sangat terikat dengan jam kerja dan tidak bisa meninggal kan kantor sembarangan karena beban kerja yang menumpuk.

Dari gambaran tersebut kita tahu bahwa menjadi “karyawan kebanyakan” tidak menguntungkan. Bahkan sebagian dari kita merasa dijadikan “sapi perah” karena banyaknya pekerjaan, te tapi upahnya minim. Karena itu, satu-satunya cara untuk men dapatkan kesejahteraan yang lebih baik adalah dengan menja di “karyawan puncak”. Kita harus berani keluar dari lingkungan “karyawan kebanyakan” dan masuk ke lingkungan “karyawan puncak” yang lebih nyaman. Keberanian ini memang mahal dan tidak mudah karena kita harus menyiapkannya dan melakukan tahapan-tahapan jangka panjang sampai cita-cita itu tercapai. Inilah rahasia pertama menjadi karyawan luar biasa itu. Mari kita pelajari langkahnya satu per satu.

BAGAIMANA CARA MENCAPAI POSISI “KARYAWAN PUNCAK”?

Ada dua cara yang dapat ditempuh untuk mencapai posisi “kar yawan puncak”, yakni cara konvensional dan cara revolusioner. Kedua cara ini masing-masing memiliki risiko terhadap kesukses an kita kelak.

Kita terlalu percaya pada sistem pendidikan kita yang selama ini dianggap mampu memberikan masa depan cerah. Padahal sistem pendidikan kita masih mengadopsi sistem pendidikan za man kolonial yang tidak mengajarkan kemandirian, tetapi hanya mementingkan nilai-nilai akademis di ijazah yang tidak laku di gadaikan. Itu menjelaskan mengapa cara konvensional mengha silkan “karyawan kebanyakan” dan puluhan juta pengangguran.

Sedangkan “karyawan puncak” justru dihasilkan dengan cara revolusioner. Mayoritas mereka adalah orang-orang yang sangat realistis, tidak percaya pada nilai-nilai ijazah, namun memperca yai kemampuan dan keterampilan diri untuk mengubah dunia. Secara akademis, sering kali mereka bukan bintang kelas, namun terkenal cerdik. Kecerdikanlah yang membawa mereka pada po sisi “karyawan puncak”. Eksekutif-eksekutif muda di Indonesia yang kaya raya itu kebanyakan adalah hasil dari penerapan cara revolusioner ini.

Saat ini kita ada di posisi mana? Hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya. Jika kita sudah menerapkan cara revolusioner dan telah menikmati kesuksesan, berbahagialah. Pertahankan terus prestasi tersebut. Namun jika kita masih terjebak pada cara konvensional kita harus bekerja keras untuk mendapatkan posisi karyawan puncak yang lebih sejahtera.

alamsyah.me


EmoticonEmoticon