BIKERS INDONESIA MENJELAJAH KELILING DUNIA MENGGUNAKAN MOTOR



Kang JJ pernah melakukan perjalanan keliling dunia di tahun 2006 hingga 2008 (32 bulan untuk 72 negara), dan kini ia kembali akan mengibarkan bendera Indonesia dalam misi “Ride for Peace – Solo Riding Exploring Five Continents on Two Wheels” menjelajahi negara di Eropa, Amerika Utara, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Australia.

Perjalanan seorang diri dengan sepeda motor besar BMW R1150 GS Adventure ini rencananya akan dimulai dari Paris pada 13 Mei 2012 mendatang, dan diperkirakan sampai di Jakarta pada tahun 2014. Hitung-hitung Kang JJ akan menempuh waktu 2 tahun dalam perjalanan Solo Touring tersebut.

Kang JJ masih menggunakan sepeda motor bernomor polisi Bandung D 5010 JJ yang berarti “Solo JJ” seperti misi pertamanya. Motor tersebut adalah motor BMW GS produksi tahun 2005 yang pernah ia pakai sebelumnya.

Beda dengan Asia, Afrika, dan Eropa yang telah dijajakinya pada misi pertama yang dimulai dari Jakarta pada 23 April 2006. ”Semangat saya masih sama dengan ketika finish di Eropa empat tahun lalu, yaitu semangat anak bangsa yang pantang menyerah,” lanjut pria kelahiran Bandung 18 Juni 1962 ini.

Salah satu motonya: “The Road May End, But Not the Spirit of Adventure and Peace” sudah sedemikian mendarah daging dalam denyut kehidupannya. Menurut Kang JJ, negara Belgia merupakan negara yang dipilihnya untuk menitipkan motor, saat pria tegap ini kembali ke Tanah Air setelah menuntaskan misi perjalanan ke 72 negara di Jerman pada tahun 2008.

Sepeda motor BMW GS memang sudah menjadi kawan sejatinya sepanjang perjalanan lebih dari 120.000 kilometer dan setia menunggu di negara tersebut dan dirawat oleh sahabat-sahabatnya yang tergabung dalam BMW Motor Club Vlaanderen.

“Saya bertekad membawa pulang motor yang memiliki sejarah penting bagi dunia otomotif dan pecinta sepeda motor di Indonesia itu kembali ke Tanah Air. Tentu sambil melintasi negara-negara di benua yang belum pernah saya jelajahi sendiri dengan sepeda motor,” ungkap satu-satunya orang Indonesia yang telah berkeliling dunia dengan sepeda motor ini.

Pria yang telah banyak memperkenalkan Indonesia serta mengibarkan merah-putih di mancanegara itu memastikan bahwa sepeda motor yang akan kembali ditungganginya berkeliling dalam kondisi siap pakai. Tim mekanik terbaik Eropa saat ini, Peter D’Haese dipercayainya membantu persiapan teknis serta meningkatkan kemampuan sepeda motornya.

“Motor ini pernah dilirik kolektor motor BMW Jerman untuk diganti dengan dua buah motor keluaran teranyar, tapi saya halus menolaknya. Bagi saya sejarah yang tercatat di motor ini tidak bisa digantikan dengan uang atau pun nilai materi lainnya, saya ingin motor ini kembali ke Tanah Air untuk dimuseumkan dan menjadi warisan sejarah bangsa”

Kang JJ kali ini menambah misi perjalanannya dengan tema “The Green Spirit” (Semangat Penghijauan) dan akan menjelajah sejauh lebih dari 220.000 kilometer, melewati berbagai kondisi cuaca ekstrim, kondisi medan alam ekstrim, serta beragam situasi politik yang tidak stabil.

Tak kurang dari 30 negara akan dilintasinya sepanjang misi kedua Ride for Peace ini, mulai dari Perancis, Belgia, Belanda, Jerman, Skandinavia, Polandia, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, Kuba, Kolombia, Nikaragua, Bolivia, Brasil, Argentina, Peru, Selandia Baru, Australia, dan Timor Leste.

Tema “The Green Spirit” ini diakui sangat penting dikibarkan di tengah isyu kerusakan lingkungan hidup yang semakin serius di seluruh dunia. “Kita yang menjadi bagian dari masyarakat otomotif dunia harusnya ikut bertanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan. Saya ingin menyampaikan pesan bahwa setiap orang harus memulai perilaku sadar lingkungan. Menanam pohon adalah cara yang paling mudah untuk berterimakasih pada alam yang telah banyak memberi.”

Dalam perhitungan Jeffrey, total jarak tempuh perjalanan keliling dunia pertama dan keduanya ini akan sebanding dengan delapan kali panjang lingkar bumi. “Saya piker angka delapan punya arti khusus bagi banyak orang, termasuk saya. Angka ini memiliki garis tak putus ‘infinity’, sehingga sesuai dengan moto perjalanan saya di mana semangat perdamaian di dunia tidak akan pernah putus,” lanjut Kang JJ.

Test Ride Motor di Eropa

Pada Kamis, 26 April 2012 Jeffrey akan bertolak ke Eropa didampingi istri tercinta, Susanti Polnaja. Pria berkumis ini akan melakukan ‘test ride’ sepeda motor tunggangannya. Selain kesiapan sepeda motor, Jeffrey juga memastikan bahwa seluruh atribut berkendara yang digunakan akan mampu memenuhi kebutuhannya di setiap tantangan cuaca.

Cuaca beku Siberia di Rusia hingga panas teriknya sabana di Amerika Selatan diyakini mampu diatasi baju berkendara khusus buatan Indonesia. Selesai masa uji-coba, sang istri tercinta akan kembali ke Tanah Air dan Jeffrey akan memulai perjalanan fenomenalnya seorang diri.

BIKERS INDONESIA MENJELAJAH KELILING DUNIA MENGGUNAKAN MOTOR

2 Agustus 2012. Mantap! Usai menuntaskan perjalanan di tujuh negara di Eropa, sang penjelajah Jeffrey Polnaja kini tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan penjelajahan ke kawasan paling liar dan beku, Siberia. Penjelajah dunia seorang diri dengan sepeda motor besar, ini kini tengah berada di Rusia dan mengaku dalam kondisi stamina sangat prima. Sepeda motor BMW R1150GS Adventure bernomor polisi B 5010 JP yang dikendarai juga dinyatakan siap secara teknis.

“Saya bersyukur sudah menyelesaikan misi Ride for Peace di tujuh negara pertama. Rusia adalah negara persinggahan saya saat ini, dan negara ini sangat penting karena akan menjadi titik awal rencana memasuki Siberia yang dikenal liar, terasing dan sulit diprediksi,” kata Jeffrey, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat.

Jeffrey mengawali perjalanan pada 25 Juni 2012 dari Perancis, lalu menuju Belgia, Belanda, Jerman, Polandia, Belarus, dan masuk ke Rusia pada akhir Juli kemarin. Total perjalanan tersebut telah mengukir jarak tempuh sejauh 7.200 km. “Semestinya saya bisa lebih cepat sampai ke Rusia apabila tidak mengalami banyak kendala birokrasi dalam pengurusan dokumen-dokumen perjalanan di setiap negara yang memiliki aturan berbeda-beda,” ungkap Jeffrey.

Selama perjalanan di tujuh negara Eropa tersebut Jeffrey mengaku sangat tertolong kondisi cuaca. Pemanasan global memang telah memengaruhi masa musim panas kali ini. Meski demikian, secara keseluruhan cuaca sangat bersahabat untuk perjalanan, kendati sesekali Jeffrey terhadang hujan dan awan gelap

Jeffrey berharap total jarak sekitar 10.685 km yang akan ditempuhnya dalam penjelajahan lanjutan dari Moskow hingga Vladivostok bisa dilalui tanpa hambatan berarti. “Apabila sehari bisa menempuh 500 km, atau sebanding Jakarta hingga Semarang, maka Moskow hingga Vladivostok memerlukan waktu dua puluh satu (21) hari. Dengan catatan, setiap hari saya riding.”

Rute yang akan dilalui Jeffrey tersebut terdiri dari tujuh tahapan, yaitu Moskow – Chelyabinks, Rusia (1.880 km); Chelyabinks, Rusia – Astana, Kazakhstan (1.020 km); Astana, Kazakhstan – Irkutsk, Rusia (1.093 km); Irkutsk, Rusia – Ulaan Bator, Mongolia (859 km); Ulaan Bator, Mongolia – Chita, Rusia (1.113 km); Mongolia – Chita, Rusia – Khabarovsk, Rusia (2.100 km); dan Khabarovsk, Rusia – Vladivostok, Rusia (760 km).

“Saya justru khawatir tidak bisa mempercepat jadwal perjalanan di setiap tahapan. Ini sangat beresiko bagi keselamatan saya dan kualitas penjelajahan,” ujar Jeffrey, menanggapi masalah dokumen perjalanan yang kerap menghabiskan hari, serta akibat dari kehilangan motor di Belanda, Mei silam. Terlebih, diperkirakan Jeffrey, dari total jarak tempuh yang akan dihabiskannya itu, 4.000 kilometer kondisi jalan di antaranya masih dalam konstruksi pembuatan.

Jeffrey menambahkan, bila terlalu lama tertahan, musim gugur akan segera datang. Itu berarti perjalanan semakin sulit lantaran hujan akan dominan dan udara semakin dingin. Namun Jeffrey telah menyiapkan diri agar mampu melewati setiap tantangan yang ada. Selain memeriksa kondisi teknis sepeda motor, Jeffery juga akan menyiapkan suku cadang tambahan, termasuk mengganti ban dan membawa jeriken untuk bahan bakar darurat.

“Kehilangan motor di Belanda jelas mengganggu perjalanan, tapi tetap ada hikmah di balik itu. Setidaknya, kini banyak orang di Eropa jadi tahu Ride for Peace,” ungkapnya.

Hal tersebut dirasakan maanfaatnya ketika Jeffrey sedang berada di depan Reichstag Building atau Gedung Parlemen Jerman. “Saya bertemu pria asal Luxembourg yang mengaku mengenal Ride for Peace dari berita kehilangan motor di Amsterdam. Dia mengungkapkan dukungan terhadap misi perjalanan saya, dan itu sangat mengharukan hingga menambah motivasi bagi saya,” lanjut Jeffrey.

Sebelum kenangan itu, ketika sedang melakukan eksplorasi di Belanda, Jeffrey sempat menerima sebuah bencana kecil. Ini terjadi tatkala dirinya sedang melaju kencang di jalur bebas hambatan di daerah Eindhoven, Belanda. Tutup boks di belakang sepeda motornya tiba-tiba terlepas akibat hempasan angin keras. Alhasil, seluruh barang di dalam boks bertebaran ke luar. Sebuah telepon genggam pintar hancur, termasuk beberapa peranti elektronik lainnya.

“Beruntung para pengemudi mobil di sana tertib dan sangat menghormati pengguna jalan lain. Saya diberi kesempatan membereskan barang-barang yang tercecer, sementara mobil-mobil berderet rapi di belakang,” kenang Jeffrey.

Related Posts

Load comments

Comments